PDIP Pastikan Tetap Kawal Jokowi Sampai Akhir Periode

Ganjar pun menyinggung Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli). Menurutnya, peristiwa itu juga membuat PDIP sedih tetapi pihaknya bisa melewati kesedihan tersebut.

“Jadi kita tidak dalam romantisme kesedihan tapi kita harus berjuang. PDIP waktu PDI dihajar habis-habisan bahkan ada yang mati. Jangan lupa dengan Kudatuli lho ya,” ujar mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Maka dari itu, Ganjar Pranowo pun menegaskan ia masih menghormati Jokowi dan Gibran karena hal itu merupakan pilihan politik masing-masing.

“Kita coba fight terus, kita enggak cengeng dengan segala apa yang terjadi dan sampai detik ini saat ini saya menghormati Pak Jokowi, menghormati Mas Gibran sebagai suatu pilihan-pilihan politik,” kata Politikus PDIP ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan kondisi terkini di tubuh partai berlambang banteng moncong putih itu.

Dia turut menyinggung keterlibatan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam situasi tersebut.

“PDI Perjuangan saat ini dalam suasana sedih, luka hati yang perih, dan berpasrah pada Tuhan dan Rakyat Indonesia atas apa yang terjadi saat ini. Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur Partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi,” tutur Hasto dalam keterangannya, Minggu (29/10/2023).

 

Quoted From Many Source

Baca Juga  Jokowi: Jika Berkaitan dengan Pertahanan dan Alutsista Nggak Semua Bisa Dibuka Kayak Toko Klontong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *