Diperiksa MKMK, Hakim Daniel Yusmic Cerita Suasana RPH soal Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres

Liputan6.com, Jakarta – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK telah memeriksa Hakim Daniel Yusmic Foekh terkait laporan dugaan pelanggaran etik di balik putusan syarat capres-cawapres. Daniel diperiksa secara tertutup sekitar 1 jam di Gedung MK, Jakarta Pusat.

Sidang ini untuk mengusut laporan masyarakat soal dugaan pelanggaran etik dan perilaku hakim konstitusi dalam Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Usai diperiksa, Daniel mengatakan, pemeriksaannya terkait proses pada Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH). RPH merupakan rapat pleno hakim untuk membahas surat-surat terkait perkara, membahas perkara, mengambil keputusan dan finalisasi putusan.

“Soal persidangan aja, maksudnya di RPH nya,” kata Daniel di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Daniel enggan menjawab apakah dia di lobi-lobi oleh Ketua MK Anwar Usman agar Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 dikabulkan.

“Mohon maaf saya tidak menjawab itu ya makasih,” ucapnya.

Daniel juga tidak menjawab apakah putusan MKMK nantinya dapat mempengaruhi putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Dia mengaku hanya menceritakan suasana RPH saat diperiksa MKMK.

“Aduh saya mohon maaf saya tidak menjawab itu ya, saya hanya menceritakan suasana RPH aja, hanya suasana persidangan kok,” tutupnya.

Hakim Konstitusi Arif Hidayat melontarkan usulan untuk merombak sembilan hakim konstitusi, saat ini guna mengembalikan martabat MK dan berikut tanggapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman.

Quoted From Many Source

Baca Juga  Jokowi Titip Salam ke Cak Imin, PKB: Bukan Untuk Menggoda Terkait Hak Angket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *