3 Respons KPK Soal Penggeledahan Rumah Firli Bahuri di Kertanegara Terkait Dugaan Pemerasan SYL

Liputan6.com, Jakarta – Setelah menunggu dua jam, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akhirnya diizinkan masuk ke rumah di Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan, Kamis 26 Oktober 2023. Kehadiran penyidik guna melakukan penggeladahan yang terkait dugaan pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. 

Penyidik Polda Metro Jaya didampingi anggota Polres Metro Jaksel sudah berada di lokasi sejak pukul 10.29 WIB. Namun, saat itu mereka hanya menunggu di depan pagar.

Tak lama kemudian, salah seorang di antaranya mengajak pria berbaju oranye berbicara. Dia adalah orang yang memegang kunci pagar.

Selama dua jam menunggu akhirnya gerbang pagar bisa terbuka. Penyidik masuk dengan membawa koper dan sebuah printer. Selama tiga jam terhitung sejak pukul 12.00 WIB hingga 14.35 WIB, penggeledahan berlangsung.

Pantauan di lapangan, anggota Polres Metro Jaksel membuka pintu gerbang pada pukul 14.35 WIB. Belasan penyidik keluar secara beriringan. Beberapa diantaranya membawa barang-barang dari dalam rumah. Terlihat, ada koper, printer, dan goodie bag merah yang diduga berisi berkas-berkas.

Mereka pun langsung menuju ke elf dan minibus yang terpakir di depan pagar rumah. Kedua mobil itu pun meninggalkan langsung lokasi. Belum ada keterangan resmi terkait barang-barang yang disita dari dalam rumah tersebut.

KPK menanggapi penggeledahan polisi di rumah atasannya tersebut. Bagaimana reaksi KPK, berikut ini ulasannya:

Quoted From Many Source

Baca Juga  Detik-Detik Kekasih Tamara Tyasmara Diduga Tenggelamkan Dante di Kolam Renang, Sempat Tengok Kanan-Kiri dan Terekam CCTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *